Dunia paralel adalah dunia yang bekerja sejajar dengan dunia realitas. Selain kehidupan yang kita kenal dan kita hidup sekarang, ada satu atau lebih kehidupan lain yang juga bekerja secara bersamaan di dunia paralel.
Awalnya, dunia paralel hanyalah imajinasi dalam cerita fiktif, tetapi sekarang ada lebih banyak teori yang digunakan sebagai jembatan untuk menjelaskan dan mendukung keberadaan dunia paralel. Para ilmuwan fisika berada di garis depan sebagai pihak yang mencoba menjelaskan kemungkinan keberadaannya.
Michio adalah miring kaku keberadaan semesta paralel bagi kita sebagai keberadaan zona luar kolam untuk gourumie yang tinggal di kolam renang. Gourami tidak dapat melihat area kolam eksternal karena batas-batas "teknologi" yang dimilikinya.
Demikian pula, manusia tidak dapat melihat alam semesta lain karena alasan yang sama. Meskipun gouramy tidak dapat melihat kehidupan lain di luar kolam, tetapi dia dapat mengetahui bahwa ada kehidupan lain dari getaran yang ia rasakan melalui gelombang di permukaan air kolam air karena tetesan hujan. Getaran yang dirasakan oleh gurami adalah gravitasi dan cahaya dari alam semesta lainnya.
Teori dasar dari alam semesta paralel adalah ketidakpercayaan alam semesta yang memberikan kemungkinan alam semesta lain. Saat ini, diperkirakan ada 1011 galaksi di alam semesta. Jadi itu tidak memungkinkan jika selain di galaksi, kita hidup di sana adalah kehidupan yang juga sedang berlangsung. Fisikawan kuantum jelas percaya bahwa setiap detik diciptakan oleh dunia paralel seseorang, yang berisi kemungkinan peristiwa, termasuk kebalikan dari peristiwa yang kita tinggali di dunia nyata. Misalnya di dunia nyata kita bisa menyeberang jalan dengan aman. Di dunia paralel pertama, kita bisa berhasil menyeberang, tetapi kemudian jatuh, di dunia paralel berikutnya, kita bahkan tidak bisa dibantu karena ketika melintasi mobil yang meningkat ke arah kita.
Max Tegmark Seorang guru fisik dan astronomi di Universitas Pennsylvania sangat memikirkan keberadaan semesta paralel. Di salah satu artikel, saya memiliki alam semesta paralel, Max Tegmry mengungkapkan bahwa ada 4 tingkat alam semesta paralel.
Level I : Beyond Our Cosmic Horison
Merupakan teori parallel universe yang paling kecil tingkat kontoversialnya.Teori ini menyatakan bahwa parallel universe tidak dapat kita lihat karena ia berada diluar garis horison alam semesta kita. Analoginya seperti kita melihat kapal di tengah laut. Kita tidak dapat melihat kapal apabila ia berada di luar horison. Tetapi jika kapal itu mendekati kita , dan masuk dalam horison , kita akan dapat melihat kapal itu sedikit demi sedikit. Parallel universe level I oleh ahli fisika digambarkan bahwa alam semesta kita seperti gelembung udara yang saling berdesak-desakan dalam ruang yang disebut jagad raya.
Level II : Other Postiflation Bubbles
Level ini menyatakan , bila alam semesta pada level I dapat dikelompokkan menjadi satu multiverse , maka jagad raya ini terdapat banyak multiverse. Teori ini didasarkan pada teori Chaotic Eternal Inflation , yang menyatakan bahwa jagad raya kita terus berkembang semakin membesar sejak terjadinya big bang hingga sekarang. Teori ini menyatakan bahwa kita selamanya tidak dapat melihat multiverse lainnya dikarenakan cepatnya perkembangan jagat raya yang menjadi perantara multiverse.
Level III : Quantum Many World
Teori ini menyatakan bahwa alam semesta lainnya berada disekitar kita! Teori ini berkembang dari teori mekanika kuantum yang menyatakan bahwa proses kuantum acak menyebabkan alam semesta bercabang dengan banyaknnya kemungkinan yang terjadi. Perbedaan mendasar pada level I dan III adalah letak alam semesta yang sama dengan alam semesta kita.Level I menyatakan bahwa alam semesta yang sama dengan alam semesta kita kita berada diluar horison , sedangkan level III mengatakan alam semesta yang sama dengan alam semesta kita kita berada pada cabang kuantum lainnya. Level III merupakan teori parallel universe yang paling tinggi kontroversialnya , karena teori ini berkembang dari teori mekanika kuantum yang juga kontoversial.
Level IV : Other Mathematical Structures
Merupakan teori paralllel universe yang matematis dan menggunakan semua kemungkinan yang ada. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta lainnya tidak hanya berada di luar horison alam semesta kita tetapi juga berbeda dengan alam semesta kita dalam segala hal , misalnya : waktu , hukum fisika , dan jagat raya. Alam semesta pada level IV ini sangat sulit untuk divisualisasikan karena banyaknya kemungkinan yang dapat terjadi. Salah satu buktinya adanya parallel universe ini ditemukan oleh dua orang ahli fisika , Dr.Robert Foot dan Dr.Saibal Mitra , Melbourne , Australia. Bukti tersebut mereka temukan pada penelitian asteroid Eros berupa adanya percikan mirror matter.
Mereka mendefinisikan mirror matter sebagai bayang cermin dari sesuatu yang ada di alam semesta sebagai penyetabil alam semesta. Mirror Matter ini ada sebagai pemenuhan kodrati alam yang selalu simetris dan mempunyai dua sisi , kanan dan kiri. Alam semesta adalah sisi kiri dan mirror matter adalah sisi kanannya. Kita pada saat ini belum dapat melihat keberadaan mirror matter karena ia berinteraksi dengan alam semesta kita hanya melalui gravitasi.
Bagaimana ? Percayakah kalian ? Setelah kalian membaca artikel diatas, apa Paralel Universe ada hubungannya dengan peristiwa De Javu ? Ini semua tergantung pendapat kalian masing-masing. Jadi masihkah kalian berpikir kita hanya sendiri di alam semesta ini ?